Puisi : Menunggu Jawaban

Kabut dan mendung datang bersamaan.
Menggelapkan hari dikala seharusnya masih terang.
Saya terdiam memikirkan, merenung.
Apakah alam juga merasakannya ?
Haruskah saya berbagi sedih dengannya ?
Apakah ? Haruskah ?
Hingga malam dan gelap sebenarnya datang.
Mengusir kabut dan mendung, tapi mereka enggan.
Lebih dingin dari biasanya.
Lebih gelap dari biasanya.
Lebih kelam dari biasanya.
Lebih sunyi dari biasanya.
Sepi sekali rasanya.
Saya masih terduduk diujung ruang.
Memikirkan.
Namun, jawaban dan kejelasan yang saya tunggu tak kunjung datang.

                                                                                              - Arif Ahmad


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Kau Tahu?

Sekumpulan Kata bagian II

Puisi : Ilusi