Postingan

Menemukan Cinta : Babak Kedua ( Sapa )

BABAK II SAPA Ketika aku sudah hampir melupakanmu Kau tiba-tiba datang Meski kutahu bahwa kau datang bukan untukku Hahaha, tentu saja Kita kan belum saling mengenal Pesonamu masih saja sama Masih membuat tubuh ini terpana Aku akan menyapamu kali ini Tunggu saja                 03 November 2018                 Sudah hampir dua minggu sejak kejadian yang lalu, yang hanya mendapatkan nama dengan sedikit ingatan rupanya kala itu. Aku hampir benar-benar melupakannya, mungkin hanya riwayat pencarian dilaptopku yang masih tersisa dan setia mengingatnya.                 Aku kali ini sendiri, lagi-lagi sendiri. Duduk didepan laptop sembari menikmati kopi susu yang sedari tadi baru kuminum tiga tegukkan. Ditempat yang sama, ditempat duduk y...

Menemukan Cinta : Babak Pertama (Jumpa)

BABAK I JUMPA                 Jumpa adalah mula dari setiap kisah Sedikit merona merah awalnya Mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat gelisahnya hati Ya, namamu, siapa kamu ? Kita hanya terhelat beberapa meja hari itu Delapan meter terpisahkan jarak Tapi aku masih saja malu Payah, ternyata tak semudah itu Kuperhatikan tawa yang selalu terlukis diwajahmu Lirikan bola-bola berkornea yang tajam dan tegas itu Suara yang keluar dari bibir tipis terbalut merahnya gincu Aaahhhhhhh!!! Tak bisa kupungkiri, Tuhan adalah seniman yang luar biasa Terlalu lama aku menikmati Tak disangka apa yang ada didepanku mulai beranjak pergi Aku mencaci maki diri ini Takutku mengalahkan berani                 28 Oktober 2018 Namaku Laskar, pemuda biasa-biasa saja yang saat ini sedang menempuh pendidikan...

Puisi : Kilometer

Jika kau tanya cinta ? ya tentu saja aku cinta Jika kau tanya sayang ? ya tentu saja aku sayang Jika kau tanya rindu ? lalu kenapa aku ingin secepatnya bertemu ? Masih ragu ? Hanya saja kilometer itu memisahkan aku dan kamu Memaksa kita untuk sedikit menjauh Memumupuk rindu didalam masing-masing dari kita Menahan mata untuk jumpa Aku takut jika rindu itu kemudian layu Aku takut bosan Sebab, aku takut terlalu mencintai rindu daripada kamu Aku takut Ingin sekali kutampar kilometer bangsat itu Memutuskan tubuhnya agar kita mendekat Menelanjanginya agar ia malu lalu pergi menjauh Apakah kau sama ? - Arif Ahmad

Puisi : Ilusi

Kupinggirkan engkau dari tengah campur-aduk perasaan ini Melihatmu dengan mata yang tak bersahabat Mendengarmu dengan telinga yang tak mampu sabar Menghirupmu dengan hidung yang lama-lama sudah tak sanggup Aku masih saja sendiri dikotak usang ini Sedikit menghindar dari hiruk-pikuk Gelap Lampunya pecah Cahayanya tak mampu menerangi Aku suka suasana ini Berteman denganmu yang hanya sebuah ilusi Hilang sudah logika Membuang jauh fakta Kau tahu ? Rumah ? Ada banyak kenangan kita disana Menunggu untuk kujemput paksa - Arif Ahmad

Sekumpulan Kata bagian III

"jangan lupa sarapan, jangan lupa memaafkan"                                              - Arif Ahmad "jangan menungguku, aku tahu kemana aku akan pulang. Hatimu rumah bagiku"                                              - Arif Ahmad "Ia yang menanti kemudian ia yang pergi"                                               - Arif Ahmad

Puisi : Jogjakarta

Jogja itu sederhana Hanya angkringan di pinggir jalan dapat membuat kita asik berbincang tanpa bosan Jogja itu sederhana Duduk lesehan dilarutnya malam meminum secangkir kopi dapat membuat kita lupa sejenak akan namanya patah hati Jogja itu sederhana Tak perlu bangunan tinggi menembus cakrawala untuk membuatmu jatuh cinta padanya Jogja itu sederhana Karena kesederhanaan itulah yang membuat Jogja Istimewa                                             - Arif Ahmad

Sekumpulan Kata bagian II

"yang dipedulikan mengacuhkan, yang diacuhkan memedulikan"                                                -Arif Ahmad "Bukan cinta namanya kalau harus ditunggu, melainkan hanya sebuah harapan yang takut ia pastikan"                                                -Arif Ahmad "jangan jadikan jarak sebagai alasan kau bisa memiliki dua orang berbeda untuk berbagi hati"                                                 -Arif Ahmad